an uni student
Intentional Living

How to Fill Your Own Cup As a Student

“Kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang?”

Kalimat diatas merupakan bait pertama dari lagu Secukupnya. Kata ‘tidur’ disini tidak saya artikan sebagai tidur karena kelelahan, tapi tidur yang kamu pilih — dengan sadar, tanpa rasa bersalah, dan karena kamu sudah merasa cukup untuk hari itu. Dengan begitu, bagaimana jawabanmu? Kalau kamu harus berpikir lama untuk menjawabnya, atau bahkan gak ingat sama sekali — tenang, kamu gak sendirian.

Saya tau cara membuat to-do list. Cara manajemen waktu. Cara jadi produktif. Tapi cara untuk fill my own cup after a looonggg tiring day, i actually don’t know how to do it. Sehingga di artikel ini saya akan belajar dan menuliskannya kembali agar kalian juga bisa tau. let’s go~

Sebenarnya, Apa Sih Arti ‘Fill Your Own Cup’?

fill your own cup
Source: Pinterest

Fill your own cup adalah analogi untuk self care. Ketika kita melakukan hal-hal yang kita sukai untuk recharge energi sehingga kita jadi merasa sejahtera dan ready for more tasks. Merujuk dari Psychology Today, self care didefinisikan sebagai proses rutin dan intentional untuk melindungi dan mempertahankan kesehatan mental — bukan sekadar me-time atau treat-yourself days. Artinya ini bukan soal memanjakan diri. Tapi ini soal maintenance — seperti ngecas HP sebelum baterai habis, bukan setelah mati total.

Dengan konteks mahasiswa yang hidupnya penuh jadwal, tugas, ekspektasi, ada juga yang sambil bekerja ,dan tuntutan sosial dari segala arah — ini bukan kemewahan. Ini kebutuhan yang terlalu sering diabaikan.

So, When is The Right Time?

Ketika mengenali masalahnya.. ternyata saya sering mengabaikan ‘the signs‘ sampai saya burnout sendiri, atau menunggu sampai benar-benar collapse dan sadar bahwa my own cup is empty. Ini jelas tidak baik. Kenyataannya, tubuh dan pikiran berperan untuk memberi sinyal jauh sebelum itu terjadi.

Terjadi ketika kamu tidur tapi bangun tetap capek, sering sakit kepala tanpa sebab jelas, badan terasa berat bahkan sebelum hari dimulai. Ini bukan males — ini respon biologis yang nyata.

Pernah gak kamu buka laptop tapi gak memulai apapun? hal-hal kecil terasa overwhelmingly besar, deadline dan tugas yang biasanya bisa kamu handle tiba-tiba terasa mustahil. Ketika kamu memaksa diri terus tanpa jeda, hormon stres meningkat, pikiran gak fokus dan mengontrol emosi jadi jauh lebih sulit. That’s a sign!

Sinyal ini keliatan ketika kamu jadi gampang irritable terhadap hal-hal kecil, merasa disconnected dari orang-orang di sekitarmu, atau tiba-tiba nggak excited sama hal yang biasanya kamu suka. Ini bukan berarti kamu berubah jadi orang yang berbeda — ini berarti kamu butuh diisi ulang.

Ketika di satu hari, kamu jadi gak mau ketemu siapapun, bahkan orang yang kamu sayang. Gak mau pergi kemana-mana, padahal ada kelas. Social battery nol bahkan sebelum hari dimulai.

Kalau kamu relate baca tiga atau lebih dari ini — berarti bukan besok, bukan setelah UAS — tapi sekarang adalah waktunya to do your self care. Tapi sebelum kita masuk ke aktivitas yang bisa dilakukan, mulai sekarang akan saya sebut ‘self care menu‘. Ada mindset yang perlu diketahui.

The Mindset

  • Kamu tidak perlu menyelesaikan semua tugas dulu untuk boleh istirahat.
  • Kamu tidak perlu nunggu weekend.
  • Kamu tidak perlu merasa ‘pantas’ untuk mendapatkannya.
  • Dan kamu tidak perlu melakukannya dengan cara yang aesthetic atau instagrammable, mengikuti standar media sosial.
  • Kamu juga boleh merawat dirimu, bahkan jika yang berhasil kamu lakukan hari ini hanyalah bernapas.

Jadi, rasa guilty yang muncul setiap kali kamu mencoba beristirahat itu nyata — tapi ia bukan sinyal kebenaran. Psikolog Kristin Neff mengingatkan bahwa self-compassion bukan tentang menghindari tanggung jawab, tapi tentang memperlakukan dirimu dengan kebaikan dasar yang sama yang akan kamu berikan kepada teman yang sedang kesulitan. Pertanyaan simpelnya: kalau temanmu kelelahan, kamu sarankan dia push harder atau istirahat? Kenapa standar itu nggak berlaku untuk dirimu sendiri?

The Self Care Menu

Ini bagian praktisnya. Semua bisa dilakukan sendiri, sebagian besar nggak butuh waktu lama, dan budget-nya fleksibel — ada yang gratis, ada yang perlu keluar uang tapi tetap accessible. Saya bagi menjadi tiga kategori berdasarkan apa yang sedang paling kamu butuhkan.

Kalau yang kamu butuhkan itu gerak

Kamu udah duduk terlalu lama dan tubuh yang tegang itu pelan-pelan jadi otak yang nggak bisa mikir. Pertama jalan kaki 10 menit. Keluar aja. Nggak perlu tujuan, nggak perlu vibe check dulu. Udara beda itu udah bikin healing sendiri. Yang kedua bisa stretching lima menit. Pagi atau malem, terserah. Tubuh kamu yang seharian nggak gerak literally bakal bilang makasih. Listen to your favorite song. Saya biasa melakukan sebelum atas jam istirahat ketika kerja, dan terbukti bisa bikin suasana hati naik.

Kalau yang kamu butuhkan itu ketenangan

Scrolling itu bukan istirahat — itu cuma nukar satu capek sama capek yang lain. Coba deh journaling lima menit. Tulis apapun yang lagi muter di kepala. Nggak perlu aesthetic, nggak perlu ada conclusionnya. Terus coba baca sesuatu yang kamu pilih sendiri. Bukan buku pelajaran. Bukan yang “harus dibaca.” Tapi yang beneran bikin kamu penasaran. Terus terakhir coba duduk sambil minum minuman hangat, and put your phone down. 10 menit aja. Nggak ada notif yang perlu dibales. Kedengarannya basic — tapi kapan terakhir kali kamu beneran ngelakuin ini?

Kalau yang kamu butuhkan adalah to feel yourself again

Hal paling pertama dikorbanin waktu sibuk adalah hal-hal yang bikin kamu ngerasa hidup, bukan cuma berfungsi. Cobalah aktivitas kreatif apapun. Gak harus bagus, gak harus diposting. Misalnya main game yang kamu suka, main uno, ludo king, mobile legends. Tanpa rasa bersalah. Atau duduk di tempat terbuka. Sinar matahari itu gratis dan terbukti ngaruh ke mood. Bisa juga makan sesuatu yang beneran kamu pengen. The point is — perlakukan diri kamu sebaik kamu memperlakukan orang lain.

Closing

And last but not least..pilih satu hal dari daftar di atas. Yang paling kecil, yang paling accessible, yang paling terasa benar buatmu hari ini. Lakukan tanpa rasa bersalah. Karena mengisi cangkirmu sendiri bukan tindakan egois dan bukan sesuatu yang harus kamu earn.

Self care adalah kebutuhan, bukan kemewahan — ia membantu mencegah burnout, meregulasi emosi, dan mendukung kesejahteraan sehari-hari. Bahkan tindakan sederhana seperti istirahat, menetapkan batas, atau sekadar bersyukur bisa mengubah kesehatan mentalmu. Cangkirmu yang penuh adalah prasyarat dari segalanya — bukan reward. And from now on… coba dari yang paling kecil dan mudah. That is enough to fill your own cup.

Sincerely, Zean <3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *